PROSEDUR BACKUP
DAN RESTORE
System
Image Backup adalah sebuah salinan lengkap atau backup
dari sistem
atau data
dari komputer, yang meliputi: file sistem
Windows, aplikasi, dokumen
pribadi,
device driver dan segala sesuatu yang lain, yang akan membantu untuk
mengembalikan sistem
Windows 8.1 dalam kasus kegagalan
sistem yang fatal,
virus, dan
kesalahan lainnya yang
mungkin terjadi,sehingga terjadi
ganguan
pada
sistem.
Memiliki salinan
atau backup lengkap
dari hard drive
komputer kita adalah
strategi terbaik
untuk menanggulangi apabila
komputer dalam keadaan
error.
Backup
sebaiknya dilakukan secara berkala bisa satu minggu sekali atau melihat
berapa sering
komputer dipakai dan
data-data penting yang
terdapat di dalam
hardisk
komputer.
Fungsi dan
tujuan membuat system
image backup adalah
untuk
merestore/memulihkan
Operating System, Program files, Data Users dan seluruh
aspek program
data ketika terjadi
kesalahan fatal pada
komputer kita. Apabila
kita sudah
memiliki Backup System
Image untuk Recovery
berarti tidak harus
menginstal ulang
menggunakan Windows Operating
System baru ketika
ada
masalah dengan kinerja sistem
atau komputer tidak berjalan
pada semestinya,
dengan
hanya melakukan restore maka akan kembali seperti waktu sebelumnya.
Banyak
penyebab system operasi rusak dan beragam pula akibatnya, jika tidak
di antisipasi
sejak awal akan
berakibat fatal, seperti
contoh: OS terlalu
lama
terinfeksi virus,
pola pemakaian yang
tidak benar, kesalahan
penginstalan
aplikasi,
dll.
Maka
System Image Backup wajib dilakukan pada sebuah komputer.Berikut ini
prosedur
Backup dan Restore image sistem dan data pada windows 8.1.
Prosedur
Backup sistem operasi windows 8.1/Image backup
1) Siapkan media penyimpanan hasil
backup.(hardisk,flashdisk atau dvd)
Hidupkan komputer,masuk deskstop
atau start klik
kanan This pc,pilih
Manage.
2) Klik,Disk Management.
3) Klik,kanan partisi sistem operasi windows
8.1.pilih properties.
4) Sebelum memulai proses backup.Pastikan besar
file dalam partisi sistem
atau
partisi yang akan dibackup( C:sistem windows 8.1),tidak melebihi
kapasitas
dari hardisk yang dipakai sebagai media penyimpanan hasil
backup(G:Backup)
5) Masuk Control panel,Klik kanan start lalu
pilih Control panel.
6) Halaman Control panel tampilan small
icon.Klik,File History.
7) Halaman file history.Klik,System Image
Backup.
8) Pemilihan media penyimpanan backup.On a
Hardisk:mengunakan hardisk
internal
ataupun External,DVD:mengunakan beberapa keping dvd kosong
dan
disimpan dalam hardisk jaringan atau sebuah server ftp.Pilih On a
hardisk.Klik
Next.
9) Pemilihan partisi yang akan di backup.Partisi
System secara otomatis
langsung
tercentang kita bisa menambahkan partisi yang lain bila
diinginkan.Klik
Next.
10) Konfirmasi konfigurasi backup yang telah kita
set.Klik,Start backup.
11) Proses pembuatan image backup dimulai.
12) Proses pembuatan image backup telah
selesai.Cek hasilnya pada File
explorer.Folder
hasil backup mempuyai format nama sesuai dengan waktu
dilakukannya
backup.
Prosedur
Full Restore sistem operasi windows 8.1/Re-image
1) Siapkan dvd bootable windows 8.1.Masukkan
dalam dvd rum.Restart
komputer.Pilih
Booting dari dvd rom.
2) Tekan sembarang tombol untuk masuk menu
instalasi windows 8.1.
3) Proses setup dimulai.
4) Klik,Next.
5) Pilih,Repair your Computer.
6) Pilihan Repair.Continue untuk keluar dan
masuk windows 8.1,Trobleshoot
untuk
refresh atau reset komputer atau mengunakan advanced tools dan
tur for
your PC untuk mematikan komputer.Klik,Troubleshoot.
7) Klik,Advanced option.
8) Pilih,System Image Recovery untuk merecover
sistem windows dari image
backup
yang telah kita buat sebelumnya.
9) Pemilihan sistem operasi.Klik,Windows 8.1
10) Pemilihan image backup,pilih Use The latest
available System
image(recommended),Klik
Next.
11) Pilihan restore option,Format and repartition
disks,apabila ini di centang
maka
seluruh partisi dalam hardisk yang akan kita restore akan hihapus
dan di
format disesuaikan dengan sistem image yang telah kita pilih.Uncek
Format and
reparttition diskus.Klik,Next.
12) Konfirmasi sistem restore telah siap
dijalankan.Klik Finish.
13) Konfirmasi persetujuan user.Klik Yes untuk
memulai proses restore.
14) Proses restore mulai berjalan,Proses ini bisa
memakan waktu beberapa
menit
sesuai dengan kapasitas data yang telah kita backup,semakin besar
image yang
telah dibuat,semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan
proses restore ini.
15) Finasisasi proses restore
16) Restore telah selesai,klik restart now.
17) Tampilan windows setelah restore.
Selesailah
proses backup dan restore pada windows 8.1.Proses ini bisa
berjalan
maksimal apabila master image backup yang digunakan juga
dalam
keadaan baik.Itulah mengapa apabila kita memiliki komputer baru
sebaiknya
langsung dilakukan backup pada sistemnya.Untuk semua data
dalam
komputer yang akan di backup/restore lebih baik di copy terlebih
dahulu
dalam suatu media penyimpanan(hardisk External/dvd)di luar hardisk komputer
kita.
PENCARIAN KESALAHAN DASAR PADA KOMPUTER
Kesalahan
dasar pada komputer atau yang sering disebut troubleshooting
komputer
adalah adanya suatu masalah atau ketidak normalan pada komputer.
Masalah
komputer atau troubleshooting dibagi menjadi 2 yaitu:
troubleshooting
hardware dan troubleshooting software.
Troubleshooting
hardware biasanya ditandai dengan komputer tidak dapat
menyala,
monitor mati dan lain sebagainya. Sedangkan troubleshooting software
ditandai
dengan lambatnya kinerja komputer dan lain-lain. Meski tidak menutup
kemungnkinan
juga gejala-gejala lambatnya komputer terjadi tidak hanya pada
software
tetapi juga troubleshooting hardware.
Cara
mengatasi kesalahan dasar atau troubleshooting standard pada komputer
bisa
dikatakan pertolongan pertama pada komputer yang sedang
bermasalah,Berikut
ini beberapa kesalahan dasar yang umum terjadi pada
komputer
serta cara identifikasi dan penyelesaiannya.
1) Komputer Tidak Mau Hidup
Cara
Mengatasinya :
? Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke
tombol power pada PC)
? Cek apakah stabilizer berfungsi atau tdak
(jika memakai stabilizer)
? Cek kabel power pada CPU
? Jika masih juga tidak mau hidup
permasalahanya mungkin terletak pada
power
supply atau MB
2) Komputer Menyala Tapi Tidak Ada Tampilan Di
Layar :
Hal ini
sering paling sering terjadi ternyata permasalahanya hanya sepele,
bisa dari
kabel power/kabel data vga dari cpu yang kurang terpasang dengan
sempurna,bisa
juga karena memori kendor atau kotor kaki-kakinya ( yang
terbuat
dari kuningan ) atau memori mati.Cara mengatasinya:
? Lepas lalu pasang kembali memori pada
motherboard
? Bersihkan slot memory mengunakan kuas
? Bersihkan kaki-kakinya dengan kertas yang
dilipat atau mengunakan
penghapus
pensil hingga bersih
? Coba ganti dengan yang baru.
3) Komputer mengeluarkan beep 3x pendek/cepat :
Namun
power hidup tapi tdk ada tampilan itu kerusakan pada VGA cardnya,
bisa jadi
kendor atau kotor kaki-kakinya atau mati. Cara mengatasinya:
? Lepas lalu pasang kembali
? Bersihkan lot VGA mengunakan kuas
? Bersihkan kaki-kakinya yang berwarna
kekuningan dengan kertas yang
dilipat
atau penghapus pensil,
? Ganti dengan yang baru.
4) Komputer berbunyi Beep terus menerus dan
teratur sebelum kita matikan:
Kerusakan
pada memori card / ram. Cara mengatasinya:
lakukan hal-hal
sama
dengan point 1.Jika tidak berhasil berarti ada kerusakan pada
motherboard.
5) Pada Monitor keluar tulisan DISK BOOT
FAILURE, INSERT SYSTEM DISK
AND PRESS
ENTER :
Kerusakan
pada hardisk anda atau system yang ada dihardisk hilang atau
rusak.
Cara mengatasinya:
Pastikan
hardisk terdeteksi pada sistem BIOS komputer caranya dengan
memperhatikan
tampilan awal apakah ada IDE / SATA hardisk terdeteksi
pada
tampilan POST atau masuk menu bios pada saat awal menyala lalu
lihat di
standard setting apakah hardisk terdeteksi Ata tidak . Jika muncul
berarti
hardisk bagus hanya systemnya/partisinya yang hilang lakukan
instalasi
ulang sistem operasi, jika tidak muncul pada bis berarti hardisk
mengalami
kerusakan,ganti dengan yang baru. Atau coba tepuk secara
perlahan
badan hardisk lalu nyalakan lagi, jika berhasil segera backup data
anda.Tujuan
memberikan tepukan pelan untuk memberi goncangan sedikit di
motor
hardisk yang macet agar bergerak lagi.
6) Komputer tiba - tiba tidak bisa membaca
Flashdisk :
Masalah
kebanyakan pada powersupply komputer yang sudah lemah, karena
flashdisk
menggunakan listrik tegangan rendah, jika powernya kurang
berdampak
pada pembacaan data yang ada di flashdisk. Cara mengatasinya:
Ganti
PowerSupply atau coba colokkan pada port USB bagian belakang yang
langsung
terhubung ke motherboard,bila terdeteksi kerusakan bisa terjadi
pada port
Usb depan/front Usu port komputer kita.
7) DVD/CD rom sulit terbuka/terkunci :
Masalahnya
karena DVD/CDrom jarang digunakan atau sudah melewati
lifetimenya
sehingga karet penggerak dari motor ke roda gigi mengendor
sehingga
pada saat motor bergerak membuka pintu dvd/cd rom terjadi slip
sehingga
pintu tidak bisa terbuka. Cara mengatasinya:
Ambil
sebuah paperclip luruskan lalu tusuk pada bagian pintu cdrom yang
ada lubang
kecilnya, dorong hingga pintu berhasil terbuka.
Saran :
Sebaiknya jangan biarkan CDrom selalu kosong,paling tidak masukan
cd blank
agar motor cd rom tdk macet.
8) Monitor berubah - ubah warna :
Kerusakan
pada RGB monitor, kemungkinan besar ada solderan yang
terlepas/retak
atau kabel data monitor tidak terkunci dengan baik ke VGA.
Cara
mengatasinya: Reparasi Monitor atau
kencangkan kabel data ke vga.
9) Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
Cara
Mengatasinya :
Kenali
Terlebih dahulu Bunyi Beep/Beep code nya:
? Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer
baik
? Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di
memory
? Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek
Kerusakan di VGA card
? Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek
Kerusakan di DRAM parity
? Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory
atau memory video
Cek dengan
menggunakan software diagnosa seperti SiSoftware Sandra atau
software
diagnosa yang lain.
10) Komputer Mau Booting Tetapi Selalu "Safe
Mode " (untuk masuk ke safe
mode tekan
F8)
Cara
Mengatasinya :
restart
kembali komputer,jika masih tetap safe mode repair atau instal ulang
sistem
operasi.Jika masih safe mode, berarti Hardisk bermasalah cek dengan
scandisk
11) Komputer Sering Hang
Cara
Mengatasinya:
Disebabkan
software mengalami crash
tekan ctrl
+ alt + del >> klik End task pada program yang "Not Responding"
tekan
tombol restart pada CPU.
Disebabkan
hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware
baru)
Konflik
antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows.
Jalankan
fasilitas "add new" hardware yang terdapat pada device manager.
Repair
atau instal ulang sistem operasi, tetapi yang perlu diingat sebelum
reinstall
sistem operasi, lepaskan dulu hardware penyebab hang.
12) Keyboard Tidak Dikenali Oleh Komputer
Cara
Mengatasinya:
? Cek apakah keyboard sudah terpasang dengan
benar
? Jika sudah tapi masih juga keyboard tidak
terdeteksi maka kemungkinan
keyboard
bermasalah.
? Coba ganti keyboard , jika sudah diganti tapi
juga masih bermasalah
maka
kemungkinan besar yang rusak adalah di bagian port keyboard di
matherboard.
? Jika memang sudah di ganti keyboard Baru tapi
tetap tidak terdeteksi
Juga Coba
Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi
Juga
berarti ada yang salah sistem operasi.
13) Mouse Tidak Dikenali Oleh Komputer (sama
dengan kasus keyboard)
Cara
Mengatasinya
Sama
dengan cara cek keyboard di poin 12
14) Komputer Sering Crash
Cara
Mengatasinya :
cek semua
posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada Power supply,
cek suhu
pada CPU dan jua cek ram, processor dan juga vga.
15) Bila Produsen Motherboard(MB) Tidak Diketahui
Cara
Mengatasinya :
? Buka casing, dan cek pada Motherboard biasanya sebuah motherboard
memiliki
label produsen yang sekaligus berisi spesifikasi tipe
motherboardnya.
? Lihat pada manual book
? Cari data motherboard lewat internet,
? Gunakan software analisa, seperti cpu-Z
16) Lupa Password BIOS
Cara
Mengatasinya :
Cabut baterai
cmos pada mothetboard
Bila
password belum hilang cari jumper clear password lalu hidupkan
komputer
bila telah ada konfirmasi pada layar password telah hilang,matikan
komputer dan kembalikan jumper preposisi normal.
17) Jam tanggal dan setting BIOS selalu berubah
Cara
Mengatasinya :
Batteray
cmos sudah lemah tegangannya ganti dengan baterai yang baru
18) Menambah Perangkat Hardware Baru, Tapi Tidak
Terdeteksi Oleh BIOS
Cara
Mengatasinya :
Kemungkinan
besar versi bios sudah lama sehingga tidak dapat mendeteksi
hardware
terbaru, maka untuk ini proses update bios diperlukan (bisa
download
melalui internet sesuai dengan produsen komputer atau
motherboard
yang dipakai)
19) Pasang Processor Baru Tapi Tidak Terdeteksi
Cara
Mengatasinya :
Cek
kompatibilitas prosesor dengan motherboard
Cek apakah
prosesor sudah terpasang dengan benar
20) Crash Setelah Memasang RAM Baru
Cara
Mengatasinya :
Kemungkinan
ram yang kita pasang tidak kompatibel dengan komputer kita
(cabut
kembali ram tersebut)
21) Menambah RAM Tapi Tidak Terdeteksi
Cara
Mengatasinya :
Pastikan
memori sesuai dengan tipe motherboard kita.
Pastikan
slot yang dipakai sesuai dengan tipe memori.
22) Setelah Menambah RAM Proses Komputer Manjadi
Semakin Lambat
Cara
Mengatasinya :
Perhatikan
tipe sistem operasi kita 32 bit atau 64 bit apabila mengunakan
memory
lebih besar dari 4 Gb sebaiknya gunakan sistem operasi bertipe
64bit.
23) Monitor Tidak Mau Menyala
Cara
Mengatasinya :
Pastikan
semua kabel power maupun konektor yang berhubungan dengan
monitor
dalam keadaan baik.
Pastikan
juga pin yang ada pada port VGA masuk dengan sempuran tidak
ada yang
bengkok apalagi tidak masuk semua/salah satu pin ke port VGA
Pastikan
juga VGA card dalam keadaan baik.
24) Monitor Menjadi Gelap Saat Loading Windows
Cara
Mengatasinya :
Kemungkinan
disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak
tepat(setting
frekuensinya terlalu tinggi)
Lakukan
instal ulang driver vga
25) Tampilan Tiba-Tiba Rusak Dan Komputer Manjadi
Hang
Cara
Mengatasinya :
Bisa
disebabkan VGA terlalu panas,periksa ban vla atau sirkulasi udara pada
cpu
26) Monitor Seperti Berkedip Saat Digunakan
Cara
Mengatasinya :
Masuk ke
display propertis
Tekan tab
setting dan klik advance, kemudian klik adapter, pada bagian ini
ditampilkan
refresh rate sesuaikan dengan penguna komputer.
27) Sound Card Baru Tidak Terdeteksi
Cara
Mengatasinya :
Crash
dengan sound card yang lama(onboard)
Cek pada
manual booknya, apakah soundcard on boardnya perlu dimatikan
atau tidak
jika hendak menginstall ulang soundcard yan baru (biasanya bisa dimatikan lewat
jumper atau bios)
Backup dan Restore Sistem
Backup
Backup
dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat
terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut
dengan "data backup". Manfaat dari proses backup diantaranya,
mengembalikan kondisi suatu sistem komputer yang mengalami kerusakan atau
kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga
rusak.
Media
Penyimpan Data (Storage)
Berbicara
masalah proses backup tidak akan terpisahkan dengan masalah media penyimpanan
data (storage). Setiap backup dimulai dengan pertimbangan tempat data backup
akan disimpan. Data backup harus disimpan sedemikan hingga dapat teratur dengan
baik. Keteraturan tersebut dapat berupa sebuah catatan sederhana pada kertas
dengan daftar cd-cd backup dengan isi datanya yang kita miliki atau dapat pula
berupa pengaturan canggih dengan index komputer, katalog atau database
relasional. Perbedaaan dalam penggunaan model penyimpanan data akan memberi
manfaat yang berbeda. Pengambilan manfaat ini berkaitan erat dengan skema
rotasi backup yang digunanakan.
Pemilihan
media penyimpanan data backup menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam
proses backup. Ada banyak tipe media penyimpanan yang dapat dipilih dengan
kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 167
PERAKITAN
KOMPUTER
Tape
Magnetic
Tape
magnetic mirip dengan kaset audio atau kaset video pita yang menyimpan data
dalam pita megnet panjang yang berputar dari titik awal hingga titik akhir.
Hardisk
Keunggulan
utama dari hardisk adalah waktu akses yang cepat, variasi kapasitas yang luas
dan kemudahan penggunaan.
Optical
Disk
CD dan DVD
yang dapat direkam adalah dua pilihan yang ada dalam kategori ini. Namun,
dengan semakin murahnya drive DVD dengan kapasitas yang cukup besar, pemilihan
DVD sebagai media backup lebih menjanjikan daripada CD. Tentunya CD pun masih
bisa digunakan untuk proses backup kelompok data yang lebih kecil. 168
PERAKITAN
KOMPUTER
Floppy
Disk
Media pada
masanya sudah mencukupi tuntutan penyimpanan data. Tapi, sekarang sudah tidak
ada lagi alasan untuk menggunakan media ini, apalagi untuk keperluan backup.
Dengan semakin besarnya file-file yang dimiliki orang seperti video, musik,
hingga data sistem, merupakan hal yang tidak masuk akal menjadikan floppy disk
sebagai pilihan.
Solid
State Storage
Yang masuk
dalam kelompok media ini ada banyak, diantaranya flash memory, thumb drives,
compact flash, memory stick, secure digital cards, multi media card, dan
seterusnya. Portabilitas adalah keunggulan sekaligus kelemahan media backup
ini. Dengan portabilitasnya, data pada media ini sangat mudah dipindahkan
termasuk berpindah ke tangan yang tidak seharusnya.
Remote
Backup Services
Media ini
tidak berupa benda fisik yang nyata, namun berupa service atau layanan.
Biasanya perusahaan penyedia jasa ini menyewakan ruangan penyimpanan data yang
proses akses dan pengaturan data backup dilakukan melalui internet. Untuk segi
keamanan, metode ini sangat menjanjikan. Tapi, untuk kondisi Indonesia dengan
penyebaran koneksi internet yang belum 169
PERAKITAN
KOMPUTER
merata
serta minimnya bandwith,untuk implementasi luas metode backup ini masih
memerlukan waktu.
Manipulasi
data
Dalam
proses backup, data dapat disimpan dalam format apa adanya atau dapat pula dilakukan
manipulasi untuk optimasi backup itu sendiri. Dua proses manipulasi yang biasa
dilakukan adalah kompresi dan enkripsi. Kompresi memampatkan ukuran file untuk
menghemat ruangan penyimpanan data. Enkripsi menjadi isu penting saat berkaitan
dengan backup data yang bersifat penting dan rahasia. Enkripsi menyimpan data
bukan dalam format asli namun telah disembunyikan dalam bentuk sandi-sandi
algoritma tertentu. Dengan enkripsi hanya orang yang memiliki akses kunci
enkripsi yang dapat membaca data sesungguhnya. Dengan mengimplementasikan
pengamanan data backup melalui enkripsi akan memperlambat proses backup itu
sendiri. Namun, nilainya tentunya sebanding bila data yang dibackup merupakan
data yang sangat penting. 170
PERAKITAN
KOMPUTER
Restore
Restore
dan recovery adalah proses penting setelah backup. Backup akan menjadi sia-sia
bila proses pengembalian dan perbaikan data sistem sulit dilakukan. Untuk
mencapai tujuan ini ada beberapa pendekatan yang harus diperhatikan, yaitu
proses backup harus dilakukan dengan aturan yang jelas, hindari membackup
dengan sembarangan atau tidak terstruktur. Selain itu, banyak software yang ada
di pasaran (baik gratis maupun berbayar) yang memberikan kemudahan backup data.
Dengan software yang sama biasanya proses restore dan recovery data akan lebih
mudah dilakukan. Beberapa software backup memiliki fasilitas penjadwalan
otomatis proses backup. Fitur ini sangat bermanfaat untuk digunakan karena
menjamin proses backup selalu dilakukan dengan teratur.
Software
backup biasanya telah menjadi fasilitas bawaaan beberapa sistem operasi. Misal
Windows 8.1 sudah mempunyai fasilitas backup yang bisa kita lakukan
sewaktu-waktu atau di setting otomatis.
Selain
bawaan sistem operasi, banyak software lain yang dapat digunakan untuk backup
data. Salah satunya yang cukup populer adalah Norton Ghost.
Restore
dan recovery Software
Restore
software adalah kasus khusus dari restore data. Penggunaan software baik
aplikasi maupun sistem operasi biasa tidak akan berjalan sempurna selamanya.
Ada masanya bila software sudah terlalu lama diinstal dan digunakan akan mulai
terjadi konflik librari, kerusakan file, hilang file yang berujung software
tidak dapat digunakan lagi. Bila masa ini telah tiba ada beberapa hal yang
dapat dilakukan. Pertama untuk kasus recovery software aplikasi.
Beberapa
software aplikasi memiliki fitur repair dalam menu add/remove program. Fitur
ini dapat dimanfaatkan bila software terinstal sudah mulai tidak berfungsi
dengan benar. Dalam kasus terburuk, bila repair belum memperbaiki fungsi
software yang rusak, proses restore dapat dilakukan dengan menginstal ulang
software bersangkutan. Tentunya sebelum proses dilakukan, file-file tersimpan
yang berkaitan dengan software tersebut harus dibackup terlebih dulu. 171
PERAKITAN
KOMPUTER
Kasus
recovery software kedua adalah untuk Sistem Operasi (SO). Berbeda dengan
recovery software aplikasi, sistem operasi bersifat lebih kompleks dan
melibatkan sistem secara keseluruhan. System Restore pada windows 8.1 telah
diganti dengan istilah recovery,yang terdiri dari tiga kelompok yaitu:
Refresh
PC,dilakukan apabila sistem operasi mengalami masalah.Refresh pc tidak
menghapus file dalam komputer.
Remove
and reinstall Windows,mengembalikan keadaan sistem operasi seperti pertama kali
pertama kali kita install.Sebelum melakukan prosedur ini kita harus melakukan
backup pada file pada komputer kita.
Advanced
startup,untuk melakukan prosedur ini komputer harus restart melalui
Advanced startup.fitur dalam advanced startup:booting dari cd/dvd atau
usb,merubah setting perangkat lunak komputer atau windows startup, dan restore
windows dari image sistem yang telah kita buat sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar